Deddy Yanu Pratama, S.Pd.I.
UPT SMP Negeri 1 Nglegok
Abstrak
Artikel ini memaparkan praktik baik dalam membangun budaya mengaji melalui Program PAIS Berkarakter di SMP Negeri 1 Nglegok. Fokus utama program adalah peningkatan kemampuan membaca Al-Qur’an dan pembentukan karakter religius peserta didik melalui penerapan metode Usmani yang dipadukan dengan pembelajaran Fikih Mabadi’ dan Kitab Alala. Penulisan ini menggunakan pendekatan deskriptif kualitatif dalam bentuk praktik baik (best practice) dengan teknik pengumpulan data melalui observasi, dokumentasi, dan evaluasi program. Hasil menunjukkan adanya peningkatan signifikan dalam kemampuan membaca Al-Qur’an, konsistensi siswa dalam mengaji, serta tumbuhnya sikap religius dan percaya diri. Program ini diperkuat melalui pembiasaan tadarus harian, kegiatan madin, serta sistem monitoring melalui buku penghubung antara sekolah dan orang tua. Kesimpulan menunjukkan bahwa penguatan budaya mengaji melalui pendekatan terintegrasi mampu membentuk kebiasaan religius yang berkelanjutan serta meningkatkan kualitas pembelajaran PAI secara menyeluruh.
Kata kunci: PAIS Berkarakter, Budaya Mengaji, Metode Usmani, Karakter Religius, Praktik Baik
Pendahuluan
Di era sekarang ini, kemampuan membaca Al-Qur’an di kalangan peserta didik masih menjadi tantangan. Tidak sedikit siswa yang mampu memahami teori pembelajaran Pendidikan Agama Islam, tetapi belum terbiasa mengaji secara rutin dalam kehidupan sehari-hari. Kondisi ini menunjukkan adanya kesenjangan antara pemahaman nilai agama dengan praktik nyata dalam kehidupan siswa.
Kondisi tersebut juga menjadi tantangan bagi UPT SMP Negeri 1 Nglegok dalam menjalankan Program PAIS Berkarakter. Pembiasaan mengaji belum berjalan secara konsisten, kemampuan membaca Al-Qur’an siswa masih beragam, serta belum adanya sistem yang terintegrasi antara kegiatan mengaji di sekolah, di rumah, dan di lembaga nonformal seperti TPQ dan Madrasah Diniyah. Akibatnya, pembelajaran Al-Qur’an belum memberikan dampak optimal dalam membentuk karakter religius peserta didik.
Dalam konteks tersebut, diperlukan sebuah inovasi yang tidak hanya berfokus pada peningkatan kemampuan membaca Al-Qur’an, tetapi juga mampu membangun budaya mengaji yang berkelanjutan. Melalui Program PAIS Berkarakter, UPT SMP Negeri 1 Nglegok menghadirkan sistem pembinaan mengaji yang terstruktur melalui penerapan metode Usmani, yang dipadukan dengan pembelajaran Fikih Mabadi’ sebagai dasar pemahaman ibadah serta Kitab Alala untuk penanaman adab dalam menuntut ilmu.
Melalui implementasi program tersebut, mulai terlihat perubahan yang signifikan, baik dalam kemampuan membaca Al-Qur’an, kedisiplinan dalam mengaji, maupun sikap religius siswa. Oleh karena itu, artikel ini bertujuan untuk mendeskripsikan praktik baik transformasi budaya mengaji melalui Program PAIS Berkarakter dengan penerapan metode Usmani yang dipadukan dengan Fikih Mabadi’ dan Kitab Alala, serta menganalisis dampaknya dalam membentuk karakter peserta didik yang religius dan berakhlak mulia di UPT SMP Negeri 1 Nglegok.
Pembahasan (Isi Utama)
Budaya mengaji dalam Pendidikan Agama Islam (PAI) merupakan bagian inti dari pembentukan karakter religius peserta didik yang tidak hanya berorientasi pada kemampuan membaca Al-Qur’an, tetapi juga mencakup pembiasaan, pemahaman, serta pengamalan nilai-nilai yang terkandung di dalamnya. Dalam pembentukan karakter, pembiasaan menjadi kunci utama dalam menanamkan nilai-nilai keagamaan secara berkelanjutan.
Program PAIS Berkarakter menguatkan konsep tersebut melalui pendekatan terpadu yang mencakup aspek kognitif, afektif, dan psikomotorik. Dengan demikian, kegiatan mengaji tidak lagi diposisikan sebagai aktivitas pembelajaran semata, melainkan berkembang menjadi budaya sekolah yang melekat dalam keseharian peserta didik.
Di UPT SMP Negeri 1 Nglegok, konsep ini diwujudkan melalui penerapan metode Usmani sebagai dasar pembelajaran membaca Al-Qur’an yang sistematis dan bertahap. Metode ini dipadukan dengan pembelajaran Fikih Mabadi’ untuk memperkuat pemahaman ibadah, serta Kitab Alala sebagai sarana penanaman adab dan akhlak. Pendekatan ini menunjukkan bahwa budaya mengaji tidak berdiri sendiri, melainkan menjadi bagian dari sistem pendidikan karakter yang utuh dan berkesinambungan.
Sebelum implementasi Program PAIS Berkarakter, pembelajaran mengaji di UPT SMP Negeri 1 Nglegok menghadapi beberapa permasalahan utama. Berdasarkan observasi awal terhadap 883 siswa, kemampuan membaca Al-Qur’an masih belum merata. Sekitar 42% siswa belum lancar membaca Al-Qur’an, sehingga membutuhkan pendampingan yang lebih fokus.
Selain itu, pembiasaan mengaji belum terbentuk secara konsisten. Hanya sekitar 36% siswa yang rutin mengaji di rumah, sementara sebagian lainnya masih bergantung pada kegiatan di sekolah. Kondisi ini menunjukkan belum optimalnya kerjasama antara lingkungan sekolah, keluarga, dan lembaga keagamaan dalam membangun budaya mengaji.
Di sisi lain, kegiatan mengaji yang telah berjalan sebelumnya cenderung berfokus pada ketuntasan membaca Al-Qur’an dan belum menyentuh sisi pemahaman ibadah serta pembentukan karakter secara menyeluruh. Pembelajaran juga belum didukung oleh sistem monitoring yang terintegrasi, sehingga perkembangan kemampuan siswa sulit dipantau secara berkelanjutan.
Permasalahan tersebut menunjukkan bahwa diperlukan inovasi program yang tidak hanya berfokus pada peningkatan kemampuan membaca Al-Qur’an, tetapi juga mampu membangun sistem pembiasaan yang terstruktur dan berkelanjutan.
Sebagai solusi atas permasalahan tersebut, UPT SMP Negeri 1 Nglegok mengembangkan inovasi melalui Program PAIS Berkarakter yang berfokus pada penguatan budaya mengaji secara menyeluruh. Program ini dilaksanakan secara terstruktur melalui kegiatan kokurikuler mengaji selama 2 jam dalam satu minggu untuk setiap jenjang kelas, yang diikuti oleh seluruh 883 siswa. Dengan alokasi waktu yang jelas dan berkelanjutan, kegiatan ini menjadi ruang utama dalam meningkatkan kemampuan membaca Al-Qur’an secara sistematis.
Pelaksanaan program didukung oleh 10 guru ngaji dari TPQ dan Madrasah Diniyah setempat yang berperan aktif dalam membimbing siswa. Keterlibatan tenaga pendidik dari luar sekolah ini menjadi kekuatan penting dalam membangun sinergi antara pendidikan formal dan nonformal.
Pada tahap awal, pembelajaran difokuskan pada ketuntasan membaca Al-Qur’an menggunakan metode Usmani. Namun, seiring perkembangan program, dilakukan inovasi dengan memperluas materi pembelajaran agar tidak hanya berorientasi pada kemampuan membaca, tetapi juga pada pemahaman dan pengamalan ajaran Islam.
Penguatan tersebut diwujudkan melalui integrasi materi Fikih Mabadi’ yang berfokus pada praktik ibadah sehari-hari, seperti thaharah, shalat, puasa dan zakat, sehingga siswa mampu mengamalkan ibadah dengan benar dalam kehidupan nyata. Selain itu, pembentukan karakter diperkuat melalui pembelajaran Kitab Alala yang menekankan pada aspek adab dan akhlak. Pembelajaran ini dilaksanakan melalui metode nadzham yang dipadukan dengan pemaknaan dalam bahasa Jawa, sehingga lebih mudah dipahami dan diamalkan oleh siswa.
Program ini juga diperkuat melalui pembiasaan harian berupa tadarus Al-Qur’an sebelum pembelajaran dimulai serta sistem monitoring melalui buku penghubung (home schooling) yang melibatkan orang tua.
Hasil implementasi menunjukkan:
- ±73% siswa mampu membaca Al-Qur’an dengan lebih lancar dan tartil
- ±66% siswa aktif mengaji secara rutin di rumah
Transformasi ini menunjukkan bahwa ketika pembelajaran Al-Qur’an dikemas secara sistematis, terintegrasi, dan berkelanjutan, maka perubahan tidak hanya terjadi pada kemampuan membaca, tetapi juga pada kebiasaan dan karakter peserta didik.
Implementasi program ini terlihat nyata dalam proses pembelajaran PAI, baik di dalam kelas maupun melalui kegiatan kokurikuler. Salah satu bentuk penerapan adalah penggunaan metode pembelajaran kooperatif dalam kegiatan mengaji, di mana siswa dibagi dalam kelompok kecil untuk membaca Al-Qur’an atau jilid Usmani secara bergantian, saling memberikan umpan balik, serta memperbaiki bacaan bersama.

Gambar 1. Siswa Mengaji Al Qur’an dan Lalaran Nadzom Alala di Kelas Bersama Guru Madin
Kegiatan kokurikuler mengaji selama 2 jam per minggu juga menjadi ruang pembinaan intensif, khususnya bagi siswa yang masih membutuhkan pendampingan. Dengan dukungan guru PAI dan guru ngaji dari TPQ/Madin, siswa mendapatkan bimbingan yang lebih khusus dan sesuai dengan kemampuan masing-masing.
Salah satu studi kasus menunjukkan perubahan signifikan pada siswa yang awalnya belum lancar membaca Al-Qur’an dan kurang percaya diri. Setelah mengikuti program secara konsisten, siswa tersebut mampu membaca dengan lebih baik serta menunjukkan peningkatan kepercayaan diri dalam kegiatan keagamaan.
Lebih dari itu, perubahan yang paling menonjol terlihat pada aspek akhlak peserta didik. Perpaduan antara kegiatan mengaji, pembelajaran fikih ibadah, serta lalaran nadzham Alala yang menanamkan nilai-nilai adab memberikan dampak nyata dalam membentuk karakter siswa. Hal ini tercermin dalam sikap yang lebih santun, disiplin, dan menghormati guru.
Dampak tersebut juga berkontribusi pada terciptanya suasana sekolah yang lebih kondusif, religius, dan harmonis. Lingkungan belajar menjadi lebih adem, nyaman, dan sarat dengan nilai-nilai spiritual. Kegiatan pembacaan nadzham Alala secara bersama-sama pada pagi hari semakin memperkuat atmosfer religius dan menjadi sarana memasukkan nilai akhlak secara menyeluruh.
Dengan demikian, inovasi program ini tidak hanya berdampak pada peningkatan kemampuan membaca Al-Qur’an, tetapi juga mampu membentuk karakter religius serta menciptakan iklim sekolah yang positif dan berkelanjutan.
Kesimpulan dan Saran
Program PAIS Berkarakter di UPT SMP Negeri 1 Nglegok, khususnya dalam penguatan budaya mengaji, terbukti mampu memberikan perubahan yang signifikan terhadap kemampuan membaca Al-Qur’an serta pembentukan karakter religius peserta didik. Melalui penerapan metode Usmani yang terintegrasi dengan pembelajaran Fikih Mabadi’ dan Kitab Alala, serta didukung oleh pembiasaan harian dan sistem monitoring melalui buku penghubung, kegiatan mengaji tidak lagi bersifat sementara, tetapi telah berkembang menjadi budaya yang melekat dalam kehidupan siswa.
Perubahan tersebut ditunjukkan dengan meningkatnya kemampuan membaca Al-Qur’an, konsistensi siswa dalam mengaji, serta tumbuhnya sikap percaya diri dan religius dalam keseharian. Dengan demikian, program ini tidak hanya berdampak pada aspek kognitif, tetapi juga pada aspek karakter peserta didik.
Program PAIS Berkarakter dalam penguatan budaya mengaji perlu terus dikembangkan melalui sistem yang lebih terukur dan berkelanjutan. Selain itu, kolaborasi antara sekolah, orang tua, serta lembaga keagamaan seperti TPQ dan Madrasah Diniyah perlu diperkuat agar pembiasaan mengaji dapat berlangsung secara konsisten di berbagai lingkungan.
Di sisi lain, inovasi pembelajaran berbasis metode Usmani yang dipadukan dengan Fikih Mabadi’ dan Kitab Alala perlu dipertahankan dan dikembangkan sebagai ciri khas mengaji di UPT SMP Negeri 1 Nglegok. program ini tidak hanya meningkatkan kemampuan membaca Al-Qur’an, tetapi juga membentuk karakter dan akhlak peserta didik secara menyeluruh.
Ucapan Terima Kasih
Penulis menyampaikan ucapan terima kasih kepada semua pihak yang telah berkontribusi dalam pelaksanaan Program PAIS Berkarakter di SMP Negeri 1 Nglegok. Ucapan terima kasih secara khusus disampaikan kepada Kepala UPT SMP Negeri 1 Nglegok Bapak Cahyo Rohmadiyanto, S.Pd, M.Pd. yang telah memberikan dukungan penuh terhadap pengembangan program, serta kepada seluruh guru dan tenaga kependidikan serta yang telah berperan aktif dalam mengimplementasikan kegiatan pembiasaan religius di sekolah.
Apresiasi juga disampaikan kepada orang tua/wali peserta didik yang telah mendukung dan memantau kegiatan mengaji siswa di rumah melalui buku home schooling, serta kepada lembaga TPQ dan Madrasah Diniyah yang turut berperan dalam membina kemampuan membaca Al-Qur’an siswa.
Tidak lupa, penulis mengucapkan terima kasih kepada Kantor Wilayah Kementerian Agama Provinsi Jawa Timur atas penyelenggaraan program PAIS Berkarakter, yang telah menjadi inspirasi dalam penguatan pendidikan karakter di sekolah.
Semoga sinergi dan kolaborasi yang telah terjalin dapat terus berlanjut dalam upaya membentuk generasi yang religius, berakhlak mulia, dan berprestasi.
Daftar Rujukan
Kementerian Agama Provinsi Jawa Timur. (2025). Buku Panduan Program PAIS Berkarakter pada Sekolah. Jawa Timur: Kemenag Provinsi Jawa Timur.
UPT SMPN 1 Nglegok. (2026). SK Tim PAIS Berkarakter SMPN 1 Nglegok. Blitar: UPT SMPN 1 Nglegok.




